Chef

Sejujurnya, saya begitu kagum akan profesi seorang juru masak atau chef terkenal di dunia ini. Ya, karena mereka sangat passionate dengan profesi mereka terhadap satu hal yang bisa dibilang begitu banyak probability for failure nya, yaitu makanan. Bayangkan, lidah setiap orang di dunia ini tidak ada yang sama, dan setiap orang memiliki selera makan yang berbeda-beda. Tapi, seorang chef masak bisa men-drive makanan dengan lidah ‘universal’ karena setiap orang (yang mungkin bisa jadi mengerti akan seni sebuah makanan) akan mengatakan bahwa makanannya berasa sangat spesial.

Menjadi seorang chef juga membutuhkan tingkat kreativitas yang luar biasa tinggi. Apalagi seroang chef yang memiliki restoran yang dikelola sendiri. Mereka harus bisa menciptakan menu yang tidak biasa, karena menu yang biasa-biasa saja akan sama saja dengan restoran lain dan sehingga tidak ada lagi istilah ‘chef’ di situ. Walaupun kreatifitas merupakan – menurut saya – adalah suatu hal yang dapat dilatih dan dikembangkan dan bukan merupakan bakat alam (pun bisa saja terjadi).

Menjadi seorang chef juga berarti mensyukuri alam semesta di dunia ini. Tidak hanya karena semua sumber bahan makanan ini berasal dari alam, tetapi juga karena timbal balik yang diberikan oleh seorang chef terhadap alam. Untuk ‘meramu’ menu dengan kualitas tingkat dunia, tidak bisa menggunakan bahan makanan instant atau siap saji, apalagi frozen atau bahan makanan yang beku (kecuali es batu, es krim dan kawan2nya barangkali ya).

Anda pasti pernah bertanya-tanya, kenapa restoran-restoran yang termasuk dalam daftar Michelin Stars selalu menyajikan menu dengan porsi yang sedikit di atas piring yang besar? Dan tentunya dengan harga yang relatif tidak murah atau bahkan cenderung sangat mahal? Sepertinya pertanyaannya bisa dianalogikan sama dengan pertanyaan tentang lukisan pablo picasso, misalnya, kepada orang awam. Kenapa coretan di atas kertas kanvas piccaso begitu dihargai sangat mahal dan digemari oleh para seniman lukisan, ketika orang awam gagal paham dengan hal tersebut? Nah…

Advertisements