BALI 2011

DSC00828

Buat saya, Bali masih menjadi kota yang selalu menggairahkan untuk berlibur. Saya bisa merasakan liburan dengan nikmat dan tenang ketika mengunjungi pulau Dewata ini. Apa yang membuat pulau Bali ini seakan-akan memiliki daya tarik sendiri dibanding dengan tempat-tempat lain?

Satu. Bali itu pantai. Kalau tidak ke pantai, belum ke Bali namanya. Hanya saja, terkadang kita lupa dengan kondisi yang ada bahwa pantai-pantai yang dahulu kala masih perawan dan belum tersentuh oleh sampah-sampah manusia, kini menjadi gerusan plastik sisa-sisa makanan dan minuman para pengunjungnya, si manusia.

Pantai yang saya kunjungi mungkin tidak lagi indah, tapi jelas terkenal. Pantai Kuta namanya. Kuta merupakan salah satu pantai favorit pengunjung pulau Bali. Tapi keindahan pantainya kini mulai hilang seiring dengan semakin banyaknya pengunjung serta kurangnya kesadaran manusia-manusianya dalam berinteraksi dengan alam. Dari sekian banyak pantai yang ada di Bali, pantai yang menurut saya masih terlihat indah hanya pantai dream land.

Dua. Bali itu seni. Hampir setiap sudut jalan terdapat ukiran dan pahatan. Hampir setiap toko selalu terdapat karya-karya seniman lokal. Seni merupakan salah satu mata pencaharian warga asli Bali. Saya masih ingat jelas ketika 3 tahun yang lalu saya mengunjungi pulau ini dan menginap di salah satu rumah penduduk asli yang kebetulan keluarga dari teman dekat saya. Mereka benar-benar memiliki jiwa dan passion yang begitu tinggi terhadap karya seni. Tidak sedikit produk seni mereka yang di ekspor ke luar negeri. Tekun sekali. Dan itu membuat saya semakin bangga dengan nilai-nilai seni dari para seniman Indonesia, yang kaya akan unsur etnis dan sejarah.

Tiga. Bali itu liburan. Selama saya berada di pulau ini, seperti ‘haram’ hukumnya untuk menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Cukup dengan membuka surat elektronik saja. Walaupun tidak dipungkiri Blackberry pun tetap aktif.

Empat. Bali itu ramah. Saya selalu memperhatikan bagaimana penduduk Bali ini begitu ramah kepada para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Saya tidak sedikitpun mendapatkan perlakuan tidak nyaman dari penduduk pulau ini. Tak perduli tempat menginap Anda berbintang berapa, ataupun tempat berbelanja Anda menerima kartu kredit apa, Anda pasti mendapatkan pelayanan yang super ramah dari mereka.

Terakhir, Bali itu bule. Point terakhir ini mungkin tidak penting. Tapi ketika Anda melihat bahwa pulau ini dikunjungi begitu banyak wisatawan dari berbagai benua, tentu terasa perbedaannya. Apa yang ada di benak saya ketika melihat kondisi seperti ini adalah perasaan bahwa kultur, budaya, serta standar pelayanan/servis pulau Bali sebagai salah satu tempat destinasi berlibur mancanegara sangat patut mendapatkan suatu bentuk apresiasi/penghargaan secara internasional.

Dan…saya tidak pernah bosan untuk mengunjungi Bali kembali.