For whom it may concern…

Jakarta, September 2008

Some incident happens. More hurts engraved reluctantly to everybody who facing it. I thought that I need to find something beneath the causal factor. Not only me, but this is just for the sake of reference. In case, this way may help. For whom it may concern…

From wikipedia

Psikiater adalah profesi dokter spesialistik yang bertugas menangani masalah-masalah gangguan jiwa. Berbeda dengan psikolog, seorang psikiater harus lebih dulu menamatkan pendidikan dokter umum. Gelar akademik seorang psikiater di Indonesia adalah Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa).

Eventough it is stated ‘gangguan jiwa’, but from other source, I found that this was an ancient oppinion from people that should be cleared by today’s modern medical knowledge. Read below…

From kompas :

Ke Psikiater Belum Tentu Sakit JIWA
Oleh: dr.H. Tubagus Erwin Kusuma.Sp.KJ, (kompas.com)
Spesialis Kesehatan Jiwa

*) Menurut para psikiater, bicara itu dapat membantu memecahkan masalah kita
yang jelas juga banyak membantu mereka.

Selama ini banyak di antara kita malu mendatangi psikiater atau dokter spesialis
kesehatan jiwa. Takut dikira orang gila atau punya keluarga gila.

Alasan itu masuk akal lantaran ada pandangan di sebagian masyarakat bahwa seorang
psikiater adalah dokter bagi orang sakit jiwa. Celakanya, masyarakat juga menganggap
orang sakit jiwa itu hanya gila (psikosis). Pandangan itu salah besar. Yang benar, seorang
psikiater mengemban tugas promosi, prevensi, terapi, dan rehabilitasi. Juga, memikul
tugas psikiatri forensik yang berkaitan dengan bidang hukum. Jadi, yang perlu
mendapatkan bantuan psikiatri bukan cuma orang sakit jiwa!

Kita yang berjiwa sehat bisa meningkatkan taraf kesehatan jiwa kita (promosi) dengan
bantuan seorang psikiater. Dengan taraf kesehatan jiwa lebih tinggi, kita lebih tahan
dalam menghadapi stres (ketegangan) sehingga tidak mudah menjadi distres (sakit).
Caranya, dengan menjalani latihan mental untuk membiasakan diri menghadapi berbagai
hambatan dan tantangan secara bertahap menggunakan metode tertentu.

Psikiater juga perlu dikunjungi untuk mencegah timbulnya gangguan jiwa dalam
menghadapi masa penyesuaian diri terhadap perubahan keadaan (prevensi). Umpamanya,
perubahan dalam hal pendidikan, tugas, nikah, pindah (tempat tinggal, kerja, atau
sekolah), perubahan posisi atau status dalam masyarakat. Bahkan untuk mengetahui
sejauh mana kita tepat menduduki suatu jabatan pun sebenarnya dibutuhkan psikiater.

Ok, we know the definition, we know the meaning beyond the word-especially that people shouldn’t have impression of persons who attend to physiciatrist as a ‘mad’ person-, then next question probably would be ‘When we should find those physiciatrist?’. Here’s some another nice article that may interested to be read as well.

Have a good day!

"I did have strange ideas during certain periods of time." - Prof. John Nash

Advertisements