Nasionalisme atau…? (2)

Baru aja selesai perjuangan timnas bulutangkis kita di ajang Thomas & Uber Cup 2008. Walaupun Indonesia tidak menjadi juara, namun setidaknya ada satu point penting yang bisa kita gunakan untuk mendasari ratusan permasalahan yang ada di negara kita saat ini, yaitu jiwa nasionalisme.

Lagi, sepertinya musuh bersama ini bisa mempersatukan negara kita. Satu artikel di internet, terdapat kata-kata yang mengatakan ‘mereka rindu rasa kebangsaan’. Mereka disini adalah rakyat kita yang senantiasa sabar oleh nasib terdzalimi dari para kaum penindas egois dan perusak persatuan. Entah kenapa, walaupun tak pernah merasakan hidup di era presiden pertama RI (Ir. Soekarno), namun jiwa dan rasa nasionalisme nya yang begitu tinggi ini masih bisa terasa lewat untaian sejarah.

Apa sebenernya yang orang lihat di negara kita ini? Tiba-tiba terlintas di benak, sejauh mana karier politik seseorang itu? Rasanya, malu melihat banyaknya partai di negara kita seandainya tujuannya masih saja seputar meraih kesohoran dan puncak materi, sementara rakyat yang menjadi tanggungannya terus saja menangis kelaparan. Tak ada yang salah dengan berpolitik, selama dilakukan dengan sehat dan sportif.

Di saat ramai pembicaraan orang seputar kenaikan harga BBM dan bahan-bahan pokok, sejumlah protes datang dan sejumlah khalayak berusaha memberikan solusi alternatif. Namun, sepertinya sejumlah ‘oknum’ dengan bahagia mentertawakan negara kita dari balik dinding yang tak terlihat. Siapa sebenernya dia ini…?

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s