Sibuk…

Tingkat empat kuliah ini bener-bener menyiksa diri gue…Benda yang paling sering gue sentuh saat ini cuma pensil, kertas (buku+HVS), pad keyboard, mouse, dan kalkulator…Gue nggak ngerti, harus sedih atau seneng dengan keadaan seperti ini…Kedepannya, masih banyak lagi yang harus gue hadepin, dan itu nggak mudah…Gue nggak bakal nyerah disini…nggak bakal!!! Selama gue masih punya kesempatan…

Untuk seorang teman…

Ntah apa yang ada dipikiranku sekarang ini. Hanya saja, kenapa aku melihat sebuah ‘kesombongan’ yang sangat mendalam dalam dirimu…Coba, lihat sekelilingmu…Mungkin kebahagiaan yang kau impikan semenjak kau lahir itu baru kau dapatkan sekarang, tapi cobalah untuk menyadari bahwa kebahagiaan itu tidak akan pernah ada apabila engkau tidak mengenalnya lebih dulu sebelumnya…Jangan pernah menyombongkan diri dengan segala yang kau miliki sekarang, karena semua itu telah ada Yang Mengaturnya…Keprihatinanku saat ini terhadapmu, hanya bisa kusalurkan dengan rangkaian huruf dan kata saja…Karena, aku tahu betapa kerasnya sebuah batu kali yang telah berlumut dan terpendam dalam lapisan tanah yang paling dalam di dunia…Semoga, engkau merasakan, dan pada akhirnya akan mengerti apa sebuah arti pertemanan…