Hampa…

Aku sadari aku hanya disini. Tak berkata, tak bertuah
Yang ada di benakku adalah sekedar pencapaian yang lebih baik untuk menorehkan tinta emas di dalam buku harianku
Yang terpenting dan yang terjebak dalam keseharianku, adalah kekosongan untuk bertindak
Saat iringan aktifitas berjalan mengiringi roda milik tetangga, aku hanya sabar berjalan menanti adanya tujuan
Kepanikan melanda diriku, saat aku tahu orang yang aku cintai terkapar lemah mengobati sakitnya
Aku sedih, ketika jarak memisahkan aku darinya
Sementara itu, jalan menuju sebuah kisah baru masih harus dilewati dengan segenap kekuatan otak untuk bernalar dan melahap tulisan sang ahli
Aku bingung sejuta rasa, sewaktu aku tidak bisa bertindak apa-apa
Yang kuharapkan hanya sebuah keringanan dari-Mu, ya Allah…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s