Finally…

After been waiting and searching for about 2 years…This is for us,sweety…And all of our memories we’ve had…:)

Advertisements

Birokrasi Kompleks…

Bagi yang sedang membaca, bersyukurlah jika Anda sedang tidak terlibat suatu masalah ataupun urusan yang membuat Anda muak dengan hal itu. Terkadang, aku selalu berpikir bahwa dibalik sebuah masalah selalu ada hikmah yang dapat dipetik. Itulah mengapa, aku lebih bisa mengatur emosi diriku sendiri…Tapi, sebuah kesabaran ada batasnya…Hingga seseorang kadang perlu untuk bertindak…Bersyukurlah Anda yang masih bisa tertawa saat ini ketika membuka tulisanku ini…

red carpet…

Pernah denger tentang red carpet? Hmm..Ternyata red carpet bukan cuma di hollywood loh…Tempat billiard juga punya red carpet di mejanya…Bener koq! Lalu…Ternyata, red carpet yang gue kunjungi ini bener-bener bikin gue kecewa…Maen setengah jam doank, disuruh bayar untuk tarif satu jam! Tempatnya memang cozy abiz! Semua masih mulus, sampe ke pelayan2nya! Tapi, untuk urusan duitnya, makin mulus aja tuh keluar dari dompet…Makin ramping deh tuh saku lu. Rasanya, cukup kapok maen billiard di jakarta

Kenapa sih orang Indonesia banyak ngeluhnya?!?

Pemikiran no satu : sekolah
Sering melihat di media, tentang sekolah yang bobrok, guru-guru yang tidak digaji, anak-anak jalanan yang tidak mengenakan seragam sekolah, dsb? Apakah bisa kita menjadi manusia maju, tanpa otak yang cerdas?
Dua kalimat di atas adalah kalimat yang cukup menjadikan sebuah kenyataan ironis di negara kita. Manusia yang lahir ke dunia, dibekali oleh Tuhan karunia yang sangat berharga, yaitu otak.Dengan otak yang berfungsi dengan baik, maka manusia dapat berpikir, bertindak, dan berkarya. Lalu, bagaimana caranya otak-otak segar yang baru lahir di dunia ini dapat berfungsi dengan baik? ==> Belajar!!! Learning is the best solution to gain our brain capability (inilah doktrin pertama dari pemikiran saya yang pertama).
Bagaimana kita dapat belajar? Nah, belajar itu tidak pernah mati. Sebuah proses dalam kehidupan manusia, dimana tidak ada awal dan akhirnya, bisa jadi adalah belajar. Seorang bayi kecil yang baru lahir, tidak pernah tahu kapan ia mulai belajar menangis. Seorang kakek tua pun tidak pernah tahu kapan ia berhenti mengingat nama cucu terakhir mereka yang baru saja lahir (cukup masuk akal kah?Kalo tidak, hubungi dokter psikologi terdekat untuk konsultasi lebih lanjut). Salah satu wadah umum dimana kita bisa belajar adalah sebuah tempat yang dinamakan sekolah. (Kalau boleh jujur, sekolah sangat mempengaruhi pola pikir saya sampai sekarang)
Lalu, bagaimana seorang manusia Indonesia bisa sekolah, apabila sekolahnya saja tidak ada? Jika dirunut lagi dari bahasan di atas, begini…Bagaimana otak manusia bisa berfungsi dengan baik bila tidak terjadi proses belajar, dimana wadah untuk belajar tersebut – yaitu sekolah – tidak ada sebagaimana mestinya?
Boro-boro mau maju, untuk mapan saja belum! Lalu, boro-boro mau mapan, untuk menghasilkan saja tidak bisa. Lalu, boro-boro bisa menghasilkan, untuk menghitung saja masih gagap! Lalu, boro-boro mau menghitung, wong otaknya aja ‘gak jalan!?!
…to be continue…