<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Out Now Run...Tomy!</title>
	<atom:link href="http://tomynurwanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tomynurwanto.wordpress.com</link>
	<description>Life-Indonesia-Life-Indonesia-Life-Indonesia-little bit  of work...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 15:36:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tomynurwanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Out Now Run...Tomy!</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tomynurwanto.wordpress.com/osd.xml" title="Out Now Run...Tomy!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tomynurwanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berbuatlah</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/27/berbuatlah/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/27/berbuatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 15:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak orang yang sering mengeluh-kesah akan realita kehidupan yang terjadi di Indonesia. Banyak dari pada mereka bisa berbuat sesuatu, tapi lebih banyak lagi yang menerima kenyataan yang terjadi dalam keadaan terpaksa. Sayang ya. Padahal sebagai manusia, kita dianugrahi otak untuk berpikir, bertindak, dan melakukan sesuatu. Sebagai manusia juga, kita dianugrahi perasaan dan hati nurani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=176&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah banyak orang yang sering mengeluh-kesah akan realita kehidupan yang terjadi di Indonesia. Banyak dari pada mereka bisa berbuat sesuatu, tapi lebih banyak lagi yang menerima kenyataan yang terjadi dalam keadaan terpaksa. </p>
<p>Sayang ya. Padahal sebagai manusia, kita dianugrahi otak untuk berpikir, bertindak, dan melakukan sesuatu. Sebagai manusia juga, kita dianugrahi perasaan dan hati nurani yang bisa menentukan mana yang baik, mana yang buruk, serta mana yang benar dan mana yang salah. </p>
<p>Indonesia, sebagai negara yang mengakui beragam agama serta kepercayaan, dan dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, seharusnya bisa menjadi contoh dan teladan yang baik untuk negara-negara lain di dunia yang hanya sementara ini. </p>
<p>Jika Anda 99% sepakat dengan tulisan di atas, sebaiknya lanjutkan membaca dengan sebaris pertanyaan berikut, “Lalu, kenapa sekarang ini Anda hanya diam?”. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=176&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/27/berbuatlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pohon Kota</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/07/pohon-kota/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/07/pohon-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 07:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber : Link ini) Siang ini mendengar wawancara dari seorang pakar tentang ‘ilmu pohon’ di salah satu stasiun radio di Jakarta. Kenapa tiba-tiba pakar pohon ini di wawancara? Karena dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, kota Jakarta diterjang hujan angin. Banyak sekali pohon tumbang serta baliho rusak dan patah. Tidak sedikit korban. Bukan hanya korban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=174&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_JYAx0sZ_Zaw/SXFJLx2nxAI/AAAAAAAAAAo/vvIsGfcnEnw/s400/Asam+yang+tak+selalu+Asam.jpg" /></p>
<p>(Sumber : <a href="http://2.bp.blogspot.com/_JYAx0sZ_Zaw/SXFJLx2nxAI/AAAAAAAAAAo/vvIsGfcnEnw/s400/Asam+yang+tak+selalu+Asam.jpg" target="_blank">Link</a> ini)</p>
<p><font color="#000000" size="2" face="Lucida Sans">Siang ini mendengar wawancara dari seorang pakar tentang ‘ilmu pohon’ di salah satu stasiun radio di Jakarta. Kenapa tiba-tiba pakar pohon ini di wawancara? Karena dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, kota Jakarta diterjang hujan angin. Banyak sekali pohon tumbang serta baliho rusak dan patah. Tidak sedikit korban. Bukan hanya korban jiwa, tapi juga korban waktu dan tenaga. Sedikitnya, korban pemborosan yang terjadi pun tidak sedikit. Berapa banyak bensin terbuang percuma karena kemacetan yang terjadi. Tidak sedikit. </font></p>
<p><font color="#000000" size="2" face="Lucida Sans">Sebagai warga Jakarta, saya sering bertanya-tanya juga, siapa yang merawat pohon-pohon yang ada di pinggir hutan beton kota ini? Sering kita dengar, gerakan menanam seribu pohon, dan sebagainya. Ya, kita hanya bisa untuk menanam saja, dan bukan merawatnya. Sama seperti budaya orang Indonesia pada umumnya (walaupun ini hanya pendapat sebagian orang saja), bahwa orang Indonesia hanya pandai membangun, dan tidak pandai memelihara/merawatnya. </font></p>
<p><font color="#000000" size="2" face="Lucida Sans">Lucu ketika mendengar ada seorang penelpon di radio yang berkomentar, “Mbak, apa susah nya siy merawat pohon-pohon di kota itu? Yang diperlukan hanya menyiram pake air, bahkan airnya pun tidak perlu air bersih. Matahari gratis, tidak bayar. Membiarkan pohon-pohon itu tidak terawat itu dosa lho!”. Ketika saya mendengar komentar itu, terpikir juga, bahwa tidak sembarang orang yang bisa menanam pohon di daerah-daerah milik umum, karena daerah atau wilayah umum itu seharusnya dikelola oleh…PEMERINTAH. Artinya apa? Pemerintah lah yang memiliki hak, dan bukan masyarakat umum. Hanya saja, lantas kewajiban untuk merawat apa yang sudah ditanamnya, diserahkan pada khalayak umum ‘seikhlasnya’. Sungguh ironi ya. </font></p>
<p><font color="#000000" size="2" face="Lucida Sans">Jaman dulu, ketika memasuki musim penghujan, orang biasa berteduh di bawah pohon rindang supaya tidak basah kuyub. Sekarang, warga di kota besar harus berpikir dua kali untuk melakukan hal itu. <em>Either</em> tidak kehujanan, <em>or</em> ketimpa (ranting) pohon yang tumbang. </font></p>
<p><img src="http://proklamator.com/foto_berita/99pohon-tumbang03.jpg" /></p>
<p>(Sumber: <a href="http://proklamator.com/foto_berita/99pohon-tumbang03.jpg" target="_blank">Link</a> ini)</p>
<p>Dengan segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini, hujan besar yang akan terjadi seharusnya bisa diprediksi dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Anak SD bisa dengan mudah menjelaskan bagaimana siklus terjadinya hujan. </p>
<p>Andai ada pihak-pihak yang dengan serius mengelola dan merawat setiap pohon-pohon yang ditanam di kota, tentu saja jika benar serius, orang awam bisa mendapatkan jawaban dengan mudah jika bertanya, “selamat pagi, pak. Numpang tanya, kalo nanti siang hujan besar, dan saya mau lewat jalan X yang ada deretan pohon Y besar itu, apa cukup aman dan pohonnya tidak akan tumbang?”. Di jaman sekarang, orang mungkin malas untuk menekan nomer telepon dan berbicara. Tapi, bagaimana jika mereka cukup dengan memainkan jemari mereka di <em>smartphone</em>, dan bertanya melalui akun twitter atau facebook? Saya kira, orang akan semakin rajin bertanya untuk itu, hanya demi menghindari jalanan yang macet akibat pohon yang tumbang. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=174&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2012/01/07/pohon-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_JYAx0sZ_Zaw/SXFJLx2nxAI/AAAAAAAAAAo/vvIsGfcnEnw/s400/Asam+yang+tak+selalu+Asam.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://proklamator.com/foto_berita/99pohon-tumbang03.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Day #9 &#8211; Kung Pao Chicken</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/08/day-9-kung-pao-chicken/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/08/day-9-kung-pao-chicken/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 23:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/08/day-9-kung-pao-chicken/</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pasti pernah merasakan masakan Cina. Tidak mungkin tidak, karena saya yakin masakan Cina ini terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. Tidak bisa lepas dari cabai, dan sebagai penikmat kacang, tidak bisa rasanya bagi saya untuk tidak memilih menu masakan ini ketika menyantap di sebuah restoran Cina. Kung Pao Chicken! Menurut sejarahnya1), Kung Pao [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=173&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Segoe UI">
<p><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;float:left;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;margin:0 5px;" title="IMG_2614" border="0" alt="IMG_2614" align="left" src="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/10/img_2614.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184" /></p>
<p>Semua orang pasti pernah merasakan masakan Cina. Tidak mungkin tidak, karena saya yakin masakan Cina ini terdapat hampir di seluruh pelosok dunia.</p>
<p>Tidak bisa lepas dari cabai, dan sebagai penikmat kacang, tidak bisa rasanya bagi saya untuk tidak memilih menu masakan ini ketika menyantap di sebuah restoran Cina. Kung Pao Chicken!</p>
<p>Menurut sejarahnya<sup><font size="1">1)</font></sup>, Kung Pao Chicken ini merupakan salah satu masakan Cina klasik, yang berasal dari propinsi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:China_Sichuan.svg" target="_blank">Sichuan</a>, di bagian Tengah-Selatan Cina. Menurut ceritanya, istilah “Kung Pao” sendiri berasal dari salah satu pemimpin di Cina dari jaman dinasi Qing, yang bernama Ding Baozhen (1820-1886). Ia lahir di daerah Guizhou, pernah menjadi pemimpin propinsi Shandong, yang pada akhirnya menjadi gubernur propinsi Sichuan. Gelar yang ia peroleh saat itu adalah <em>Gong Bao</em>, atau yang artinya pelindung yang megah. Istilah “Kung Pao” ini pada akhirnya diambil dari gelar ini. </p>
<p>Tidak hanya menikmati masakan yang disajikan di restauran-restauran, saya pun mencoba untuk memasak sendiri menu Kung Pao Chicken ini. Jaman sekarang, dengan modal jaringan internet saja, sangat mudah untuk memperoleh resep-resep masakan apapun. Beruntung, banyak sekali orang-orang di dunia ini yang gemar memasak, dan mereka tidak segan-segan untuk berbagi resep masakannya ke siapa pun yang menginginkannya. Jika resep yang didapat dirasa kurang lengkap, bisa mencari resep dan video yang dilengkapi dengan tata cara memasaknya.</p>
<p>Ternyata, mudah sekali. Hasilnya? Lihat foto di atas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Maknyusssssssss….:g</p>
<p>-tn-</p>
<hr />
<p><font size="1">1) Referensi: </font><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kung_Pao_chicken"><font size="1">http://en.wikipedia.org/wiki/Kung_Pao_chicken</font></a></p>
<p> </font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=173&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/08/day-9-kung-pao-chicken/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/10/img_2614.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2614</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#5 &#8211; Lorong Waktu</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/05/day-5-lorong-waktu/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/05/day-5-lorong-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 21:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/05/day-5-lorong-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Derap langkah setiap hari terasa berbeda, ketika hari demi hari berubah menjadi gelap dengan lebih cepat. Hari itu, Robin merasakan apa yang sudah lama tidak ia rasakan. Robin, seorang pengacara bujang yang sedang pada posisi puncak kariernya. Ia memulai karirnya di sebuah firma kecil, di kota di mana ia menyelesaikan kuliah sarjana dan pasca-sarjananya. Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=168&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/10/img00213-20111004-1712.jpg"><span style="font-family:'Segoe UI';"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;float:left;padding-top:0;border:0;margin:0 5px;" title="IMG00213-20111004-1712" src="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/10/img00213-20111004-17121.jpg?w=244&#038;h=184" alt="IMG00213-20111004-1712" width="244" height="184" align="left" border="0" /></span></a><span style="font-family:'Segoe UI';">Derap langkah setiap hari terasa berbeda, ketika hari demi hari berubah menjadi gelap dengan lebih cepat. Hari itu, Robin merasakan apa yang sudah lama tidak ia rasakan.</span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Robin, seorang pengacara bujang yang sedang pada posisi puncak kariernya. Ia memulai karirnya di sebuah firma kecil, di kota di mana ia menyelesaikan kuliah sarjana dan pasca-sarjananya. Kota itu sepi dan sedikit penduduknya. Di kota itu pula ia dilahirkan. Dengan predikat cumlaude yang ia miliki, tidak sulit baginya untuk mencari pekerjaan. Puluhan perusahaan berusaha melamarnya, hanya saja, ia merasakan, di kota itulah tempatnya yang cocok untuk berkarya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Di firma itu, ia menangani berbagai klien, mulai dari pengusaha kecil, karyawan kantoran, hingga pensiunan pegawai negeri. Hampir seluruh kliennya merasakan puas dengan jasa yang diberikannya, terbukti dengan puluhan kasus yang berhasil ia menangkan di pengadilan dalam waktu yang terbilang singkat. Prestasi gemilang ini membuat karirnya melesat cepat. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Berangkat dari testimoni-testimoni kliennya, sebuah kantor hukum terkenal mulai meliriknya. Kembali, ia menerima tawaran kerja dari perusahaan, persis ketika ia baru saja selesai di wisuda ketika itu. Ia merasa muda. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Click…Click…click…</span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Suara itu terdengar dari ruang kerjanya. Ia mulai menggerakan <em>mouse </em>nya, dan membuka sebuah folder di dalam laptopnya yang sudah lama sekali tidak pernah ia buka. Folder dengan tulisan ‘CV-Robin’ itu memang terakhir ia buka sekitar lima tahun yang lalu. Dan malam itu, di tengah cuaca gelap yang menyelimuti kantornya, ia membuka kembali folder tersebut. Ia melihat, hanya ada satu file berukuran kecil. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Click…Click…</span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Sebuah aplikasi terbuka dan ia mulai membaca perlahan tulisan yang muncul…</span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">‘Nama…Robin Hersodarya’, sebutnya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">‘Usia…dua puluh…tiga…tahun’, lanjutnya lagi perlahan. </span><span style="font-family:'Segoe UI';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';"><em>Astaga!</em>, sahutnya dalam hati. Ia mulai sadar dan berusaha mengingat-ingat kapan terakhir ia menuliskan angka itu. Ia tidak tahu. Ia tidak ingat persis, kapan ia mulai menyusun dan merangkai kata-kata di dalam file itu. Ia lupa akan waktu. Ia lupa akan hari. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Ia bisa menyebutkan dengan detail dan panjang lebar akan kasus-kasus yang pernah ia hadapi selama ini. Tapi ia tidak tahu, kapan terakhir kali ia pergi menonton film di layar lebar. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Ia bisa menjelaskan rangkaian pasal-pasal serta undang-undangan hukum yang ia kuasai. Tapi ia tidak tahu, kapan terakhir kali ia merangkai kata-kata cantik untuk ulang tahun ibunya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Hidupnya hanyalah hari-harinya menyelesaikan kasus demi kasus. Hidupnya hanyalah rangkaian perkara demi perkara. Hidup hanyalah kemenangan demi kemenangan bagi kliennya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Ia mulai bertanya-tanya, di mana kemenangan untuk dirinya sendiri? </span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">Di mana hidupnya selama ini…</span></p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';">-tn- </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:'Segoe UI';"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=168&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/05/day-5-lorong-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/10/img00213-20111004-17121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00213-20111004-1712</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#4</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/04/day-4/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/04/day-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 20:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/04/day-4/</guid>
		<description><![CDATA[@G30HM Day #4 &#8211; Satu per satu, mereka berguguran. Mereka memandang langit yg mulai gelap. Di mana letak sinar terang itu? Hanya semangat. Tue 04 Oct 22.28 via TweetDeck<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=169&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>@G30HM Day #4 &#8211; Satu per satu, mereka berguguran. Mereka memandang langit yg mulai gelap. Di mana letak sinar terang itu? Hanya semangat.</p>
<p>Tue 04 Oct 22.28 via TweetDeck</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=169&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/04/day-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#3 &#8211; Si Pengantar Koran</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/02/3-si-pengantar-koran/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/02/3-si-pengantar-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 21:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomynurwanto.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap malam, kerja paruh waktu ini ia jalani tanpa kenal lelah. Setiap jam tidurnya ia relakan untuk terjaga, hanya untuk memastikan setiap sudut rumah mendapatkan harian surat kabarnya di pagi hari. Ketika mereka baru saja bangun dari tidurnya, sebagai teman menyeruput kopi hangat dan roti bakar. Tak ada perasaan lelah, walaupun ia harus mengikuti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=162&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setiap malam, kerja paruh waktu ini ia jalani tanpa kenal lelah.</p>
<p>Setiap jam tidurnya ia relakan untuk terjaga, hanya untuk memastikan setiap sudut rumah mendapatkan harian surat kabarnya di pagi hari. Ketika mereka baru saja bangun dari tidurnya, sebagai teman menyeruput kopi hangat dan roti bakar.</p>
<p>Tak ada perasaan lelah, walaupun ia harus mengikuti kelas di kampus setelahnya.</p>
<p>Tak ada perasaan benci, karena ia ikhlas mengerjakannya.</p>
<p>Tak ada perasaan bosan, toh baginya, ini hanya pekerjaan sementara.</p>
<p>Ia tahu, pekerjaan ini bukanlah miliknya. Mungkin saja, ia memakan lahan pekerjaan orang lain yang lebih membutuhkan pekerjaan ini dibanding dirinya.</p>
<p>Tapi ia tahu, jauh di belahan bumi selatan sana, ada keluarganya juga yang membutuhkan hasil jerih payahnya ini. Jauh lebih membutuhkan.</p>
<p>Ia terkenang akan keluarganya sejenak.</p>
<p>Ibunya&#8230;bapaknya&#8230;serta adiknya yang masih kecil dan baru saja masuk sekolah SD. Ia sadar, bapaknya hanya seorang buruh pabrik biasa, dan ibunya hanya menjalankan usaha warung kopi di desanya yang sepi dari penduduk.</p>
<p>Ia tahu, cita-citanya akan menuntunnya lebih dari ini.</p>
<p>Ia tahu, kemauan dan kerja kerasnya akan membuahkan hasil yang lebih daripada apa yang ia bayangkan saat ini.</p>
<p>Ia tahu, mimpi-mimpinya untuk membahagiakan keluarganya akan tercapai suatu hari nanti.</p>
<p>Tapi ada yang ia sangat tahu..</p>
<p>Bahwa Tuhan-nya Maha Adil&#8230;bagi umatnya yang mau berusaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>- tn -</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=162&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/02/3-si-pengantar-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#2 &#8211; Penalti menit 92</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/2-penalti-menit-92/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/2-penalti-menit-92/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 23:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomynurwanto.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah klub sepakbola ternama bernama FC Vokang, bermarkas di bagian utara kota AntiMabuk. Akhir pekan ini, klub ini akan menghadapi salah satu klub ternama papan atas bernama FC Hogasun, yang terletak hanya 15 kilometer dari kota JuaraJudi. Seluruh pemain FC Vokang sudah menanti-nanti pekan ini untuk menghadapi FC Hogasun. Kali ini, pertandingan diadakan di kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=154&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah klub sepakbola ternama bernama FC Vokang, bermarkas di bagian utara kota AntiMabuk. Akhir pekan ini, klub ini akan menghadapi salah satu klub ternama papan atas bernama FC Hogasun, yang terletak hanya 15 kilometer dari kota JuaraJudi.</p>
<p>Seluruh pemain FC Vokang sudah menanti-nanti pekan ini untuk menghadapi FC Hogasun. Kali ini, pertandingan diadakan di kota AntiMabuk, dan FC Vokang bertindak sebagai tuan rumah.</p>
<p>Menjelang hari Sabtu, animo masyarakat kota AntiMabuk sudah sangat meriah dengan adanya pertandingan ini. Di setiap sudut kota, terdapat poster-poster pemain andalan mereka. Berbagai atribut bendera FC Vokang serta warna biru dongker, yang merupakan ciri khas dari klub FC Vokang ini, sudah menghiasi hampir setiap toko, restoran, serta bar-bar yang ada di kota ini. Walaupun banyak sekali bar di kota AntiMabuk ini, tapi masyarakat kota ini memiliki sebuah tradisi turun-temurun. Mereka memiliki tradisi suci, bahwa setiap manusia yang datang ke bar dan minum di bar, tidak diperbolehkan untuk mabuk. Ya, manusia. Karena kadang mereka datang dengan membawa hewan piaraan mereka, seperti anjing misalnya. Yang unik dari kota ini, hewan piaraan dibebaskan untuk minum cairan apapun, dan mereka tidak melarang hewan piaraan mereka untuk mabuk.</p>
<p>Seperti juga di kota AntiMabuk, masyarakat di kota JuaraJudi pun tidak kalah semangat. Mereka telah memesan tiket bus dan kereta untuk datang dan menyaksikan langsung tim andalan mereka, FC Hogasun, bertanding melawan FC Vokang. Memang diakui, FC Hogasun berada di atas angin karena peringkat klub mereka di liga utama berada pada posisi 2 nomor di atas FC Vokang. Bahkan, beberapa pendukung setia FC Hogasun, yang dikenal dengan istilah &#8216;Gasuners&#8217;, sudah datang ke kota AntiMabuk semenjak Jumat malam. Setiap pendukung datang membawa sebuah laptop mini, ponsel, lengkap dengan sebuah buku catatan kecil serta pena. Semenjak malam, mereka telah menyewa base camp di dekat stadion FC Vokang, yang mereka pergunakan untuk mengolah data.</p>
<p>Sedikit cerita tentang masyarakat kota JuaraJudi. Mereka gemar sekali bertaruh dan berjudi. Bagi mereka, tiada hari tanpa taruhan. Rata-rata pelajar di kota ini memang memiliki kemampuan bidang matematika yang luar biasa. Banyak sekali lahir akuntan profesional serta <em>statistician</em> kelas dunia dari kota ini. Tak heran, rata-rata hampir sebanyak empat jam setiap hari nya mereka luangkan untuk duduk dan mengolah data-data di depan laptop mereka. Berbagai klub olahraga dari seluruh penjuru dunia, berbagai liga-liga olahraga dalam dan luar negeri, serta data statistik atlet-atlet profesional sampai dengan jumlah kekayaan, bisnis yg digeluti, serta riwayat keluarganya, hampir mereka miliki. Dan malam itu, mereka yang berada di base camp FC Hogasun, disibukkan dengan profil serta data-data pemain FC Vokang.</p>
<p>Hari Sabtu pun tiba. Pertandingan segera di mulai di stadion sepakbola kebanggaan penduduk kota AntiMabuk. Para pendukung FC Vokang sudah mengantri semenjak pagi hari untuk menduduki tribun-tribun khusus pendukung tim tuan rumah. Masing-masing dari mereka sudah siap dengan minumannya, serta berbagai atribut di kepala, leher, lengan, bahkan mencorat-coretkan tato palsu di sekujur badannya. Di sudut penjuru yang lain, para Gasuners terlihat berkumpul di sekitar base camp mereka yang hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari stadion FC Vokang. Beberapa dari mereka terlihat masih sibuk dengan ponselnya, membicarakan nilai taruhan dengan bandar-bandar judi favorit mereka. Sebagian sudah mulai bersiap mengenakan atribut-atribut dengan corak merah kuning sebagai ciri khas klub FC Hogasun, dan sebagian lagi sudah ikut mengantri untuk masuk ke dalam stadion.</p>
<p>Peluit berbunyi. Kick-off, tanda pertandingan dimulai. FC Vokang memasang strategi andalan mereka dengan pola 4-4-2, sementara FC Hogasun tetap mempertahankan pola 3-4-1-2 andalan mereka, dengan 1 orang playmaker kelas dunia. FC Vokang, walaupun 2 nomor berada di bawah peringkat FC Hogasun, tetapi mereka memiliki penyerang subur dengan postur tubuh yang besar dan kekar. Dengan nomor punggung 9, pemain ini berada pada urutan nomor 1 sebagai pencetak gol terbanyak sementara.</p>
<p>Pertandingan di babak pertama berjalan cukup alot. Para pendukung FC Vokang terus bertepuk-tangan, sambil berteriak kencang mendukung pemain-pemain kesayangan mereka. Tidak lupa, teriakan-teriakan mereka selalu diselingi dengan setegak minuman yang mereka bawa. Bau khas minuman tersebut sangat tercium kencang diantara para penonton, sehingga orang lain pun bisa dengan mudah mengetahui merk dari minuman yang mereka bawa.</p>
<p>Babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Para Gasuners mulai resah melihat hasil ini. Satu demi satu dari mereka mulai sibuk menekan tombol-tombol di ponsel mereka, dan berbicara dengan bandar mereka. Beberapa dari mereka bahkan sibuk berdebat satu sama lain, untuk memprediksi hasil akhir pertandingan yang telah berjalan 1 babak. Sebagian besar dari mereka telah bertaruh banyak untuk kemenangan FC Hogasun. Dan dengan skor kaca-mata di babak pertama ini, mereka mulai gundah dan gelisah.</p>
<p>Babak kedua segera dimulai, setelah 10 menit waktu istirahat bagi kedua klub. Para pendukung FC Vokang mulai membuka botol minuman kedua mereka, dan sembari berteriak, menegak minuman mereka sedikit demi sedikit. Mereka tidak mabuk. Bahkan, tidak ada satupun dari mereka yang mabuk. Mereka tahu bahwa tradisi suci mereka haram hukumnya untuk dilanggar.</p>
<p>Menit 80, FC Vokang mendapat hadiah tendangan penalti. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan sementara FC Vokang. Beberapa Gasuners mulai terlihat geram. Mereka menggaruk-garuk kepala mereka, sambil melihat ponsel canggih mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengeluarkan laptop mini mereka, dan kemudian mengotak-ngatik algoritma-algoritma untuk menghitung berapa kemungkinan besar keuntungan dan kerugian yang akan mereka dapat setelah peluit akhir berbunyi nanti.</p>
<p>Memasuki menit 89, terlihat beberapa pemain FC Vokang sudah ber-euforia dengan kemenangan mereka. Terlihat dari bagaimana mereka dengan sengaja mengulur-ngulur waktu di sela-sela tendangan penjuru, lemparan ke dalam, ataupun tendangan gawang yang mereka peroleh. Tindakan ini membuat para pemain FC Hogasun kesal. Mereka tahu, bahwa apapun bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola. Dan ternyata benar.</p>
<p>Menit 92, kapten kesebelasan FC Vokang, yang juga menempati posisi sebagai libero, melakukan kesalahan fatal yang tidak perlu. Bola hasil tendangan gawang kiper FC Hogasun, disundul oleh playmaker andalan mereka ke arah kotak 12 pas, dan bola bergulir ke arah penyerang FC Hogasun. Penyerang bernomor punggung 10 ini seketika itu juga melakukan gerakan tipuan tanpa bola dengan maksud mengecoh kapten kesebelasan FC Vokang, yang berdiri persis di belakangnya. Gerakan ini menghalangi arah gerakan bola, dan membuat sang kapten panik ketika melihat ternyata bola sudah bergulir persis bersebelahan dengan posisi dirinya. Melihat penyerang FC Hogasun yang bergerak lari mengejar bola, refleks gerakan sang kapten untuk berusaha menahan gerakan si penyerang ternyata berbuah pahit. Kakinya persis mengenai kaki penyerang FC Hogasun yang berada di dalam kotak penalti. Wasit meniup peluit dan memberikan tendangan penalti untuk FC Hogasun.</p>
<p>Seluruh Gasuners berteriak gembira menyambut keputusan wasit. Beberapa pendukung hanya terdiam tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi. Gasuners meneriakan dukungan kepada pemain penyerang mereka yang bersiap-siap untuk mengambil tendangan penalti ini. Dan&#8230;Goal! Skor berubah menjadi 1-1. Kontan, pendukung FC Hogasun bersorak-sorai menyambut hasil ini. Beberapa dari mereka terlihat melemparkan catatan-catatan mereka ke udara, sambil mengepalkan tangan seolah-olah merekalah yang bermain di atas lapangan rumput itu.</p>
<p>Ternyata, tidak semua pendukung FC Hogasun yang senang. Bahkan, sebagian dari mereka menyesal luar biasa setelah mereka membatalkan taruhan besar mereka yang berbalik mendukung FC Vokang. Mereka tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang pantas mereka keluarkan ketika skor itu berubah menjadi 1-1, dan selang beberapa menit kemudian, peluit panjang tanda pertandingan berakhir berbunyi. Kalaupun mereka tahu bahwa tim mereka akan kalah saat itu, tapi mereka tidak mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di antara sesama pemain FC Hogasun di atas lapangan rumput itu, ketika pertandingan memasuki menit 89. Euforia kemenangan yang ditunjukkan oleh para pemain FC Vokang lah yang membuat semangat membara para pemain FC Hogasun muncul kembali untuk dapat pulang dengan kepala berdiri tegak. Mereka berhasil mengubah kondisi skor akhir dan merasakan kemenangan ada di tangan mereka.</p>
<p>Para Gasuners tertunduk lesu. Sebagian dari mereka merobek-robek catatan kecil mereka. Sebagian berdebat kencang dengan bandar mereka. Sebagian lagi hanya bisa tetap terduduk di bangku stadion, dan menyaksikan para pendukung FC Vokang terlihat senang dengan skor akhir imbang, walaupun di awal pertandingan, mereka punya peluang untuk menang. Ini berarti mereka setidaknya punya harapan untuk bisa melangkahi FC Hogasun, sebagai salah satu favorit juara liga tahun ini. Dan&#8230;mereka tidak mabuk.</p>
<p>- tamat -</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=154&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/2-penalti-menit-92/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#1 &#8211; Begin</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/1-begin/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/1-begin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 22:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[#G30HM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tomynurwanto.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[@G30HM Stavanger, 12.59 AM, hari pertama menulis. Dengan setumpuk tugas semester, kerjaan di kantor, serta bumbu rendang yg belum di masak. -Sat 01 Oct 01:00 via TweetDeck-<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=150&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>@G30HM Stavanger, 12.59 AM, hari pertama menulis. Dengan setumpuk tugas semester, kerjaan di kantor, serta bumbu rendang yg belum di masak.</p>
<p>-Sat 01 Oct 01:00 via TweetDeck-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=150&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/10/01/1-begin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BALI 2011</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/07/26/bali-2011/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/07/26/bali-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 18:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/2011/07/26/bali-2011/</guid>
		<description><![CDATA[Buat saya, Bali masih menjadi kota yang selalu menggairahkan untuk berlibur. Saya bisa merasakan liburan dengan nikmat dan tenang ketika mengunjungi pulau Dewata ini. Apa yang membuat pulau Bali ini seakan-akan memiliki daya tarik sendiri dibanding dengan tempat-tempat lain? Satu. Bali itu pantai. Kalau tidak ke pantai, belum ke Bali namanya. Hanya saja, terkadang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=149&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Verdana"><a href="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/07/dsc00828.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;margin:0 5px;" title="DSC00828" border="0" alt="DSC00828" src="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/07/dsc00828_thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" height="184" /></a></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Buat saya, Bali masih menjadi kota yang selalu menggairahkan untuk berlibur. Saya bisa merasakan liburan dengan nikmat dan tenang ketika mengunjungi pulau Dewata ini. Apa yang membuat pulau Bali ini seakan-akan memiliki daya tarik sendiri dibanding dengan tempat-tempat lain? </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Satu. Bali itu pantai. Kalau tidak ke pantai, belum ke Bali namanya. Hanya saja, terkadang kita lupa dengan kondisi yang ada bahwa pantai-pantai yang dahulu kala masih perawan dan belum tersentuh oleh sampah-sampah manusia, kini menjadi gerusan plastik sisa-sisa makanan dan minuman para pengunjungnya, si manusia. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Pantai yang saya kunjungi mungkin tidak lagi indah, tapi jelas terkenal. Pantai Kuta namanya. Kuta merupakan salah satu pantai favorit pengunjung pulau Bali. Tapi keindahan pantainya kini mulai hilang seiring dengan semakin banyaknya pengunjung serta kurangnya kesadaran manusia-manusianya dalam berinteraksi dengan alam. Dari sekian banyak pantai yang ada di Bali, pantai yang menurut saya masih terlihat indah hanya pantai <em>dream land</em>. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Dua. Bali itu seni. Hampir setiap sudut jalan terdapat ukiran dan pahatan. Hampir setiap toko selalu terdapat karya-karya seniman lokal. Seni merupakan salah satu mata pencaharian warga asli Bali. Saya masih ingat jelas ketika 3 tahun yang lalu saya mengunjungi pulau ini dan menginap di salah satu rumah penduduk asli yang kebetulan keluarga dari teman dekat saya. Mereka benar-benar memiliki jiwa dan<em> passion</em> yang begitu tinggi terhadap karya seni. Tidak sedikit produk seni mereka yang di ekspor ke luar negeri. Tekun sekali. Dan itu membuat saya semakin bangga dengan nilai-nilai seni dari para seniman Indonesia, yang kaya akan unsur etnis dan sejarah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Tiga. Bali itu liburan. Selama saya berada di pulau ini, seperti ‘haram’ hukumnya untuk menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Cukup dengan membuka surat elektronik saja. Walaupun tidak dipungkiri Blackberry pun tetap aktif. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Empat. Bali itu ramah. Saya selalu memperhatikan bagaimana penduduk Bali ini begitu ramah kepada para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Saya tidak sedikitpun mendapatkan perlakuan tidak nyaman dari penduduk pulau ini. Tak perduli tempat menginap Anda berbintang berapa, ataupun tempat berbelanja Anda menerima kartu kredit apa, Anda pasti mendapatkan pelayanan yang super ramah dari mereka. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Terakhir, Bali itu <em>bule</em>. Point terakhir ini mungkin tidak penting. Tapi ketika Anda melihat bahwa pulau ini dikunjungi begitu banyak wisatawan dari berbagai benua, tentu terasa perbedaannya. Apa yang ada di benak saya ketika melihat kondisi seperti ini adalah perasaan bahwa kultur, budaya, serta standar pelayanan/servis pulau Bali sebagai salah satu tempat destinasi berlibur mancanegara sangat patut mendapatkan suatu bentuk apresiasi/penghargaan secara internasional. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana">Dan…saya tidak pernah bosan untuk mengunjungi Bali kembali.</font></p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><font face="Verdana"></font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=149&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/07/26/bali-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tomynurwanto.files.wordpress.com/2011/07/dsc00828_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00828</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Berencana&#8230;kemana?</title>
		<link>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/01/11/keluarga-berencanakemana/</link>
		<comments>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/01/11/keluarga-berencanakemana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 05:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tn654</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tomynurwanto.wordpress.com/2011/01/11/keluarga-berencanakemana/</guid>
		<description><![CDATA[Mengutip kembali tulisan saya di tahun 2008, “Reduksi Penduduk Mulai Sekarang” (http://bit.ly/f8xhdT), saya kembali diingatkan ketika membaca harian Kompas edisi 10 Januari 2011 kemarin, berita headline, yang ternyata menyatakan dengan jelas bahwa pertambahan penduduk di Indonesia itu memang benar mengikuti trend Eksponensial! (http://bit.ly/fmTQke) Saya sejujurnya bingung dengan konsep pembangunan sumber daya manusia di Indonesia saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=142&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mengutip kembali tulisan saya di tahun 2008, “Reduksi Penduduk Mulai Sekarang” (<a href="http://bit.ly/f8xhdT">http://bit.ly/f8xhdT</a>), saya kembali diingatkan ketika membaca harian Kompas edisi 10 Januari 2011 kemarin, berita <em>headline</em>, yang ternyata menyatakan dengan jelas bahwa pertambahan penduduk di Indonesia itu memang benar mengikuti trend Eksponensial! (<a href="http://bit.ly/fmTQke">http://bit.ly/fmTQke</a>)</p>
<p align="justify">Saya sejujurnya bingung dengan konsep pembangunan sumber daya manusia di Indonesia saat ini. Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terpadat dengan rangking nomor 4 di dunia (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population">http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population</a>), seharusnya bisa memanfaatkan potensi besar ini. </p>
<p align="justify">Lihatlah bagaimana tiga negara di atas Indonesia, China, India, dan Amerika Serikat. Tidak dipungkiri, kemiskinan tetap ada di semua negara tersebut. Tapi, setiap negara itu memiliki nilai tambah yang mampu ‘dijual’ untuk terus menutupi angka kemiskinan negaranya, serta memajukan tingkat kemakmuran warga negaranya. Saya memang bukan ahli persoalan ekonomi makro, maka saya melihat negara-negara tersebut secara <em>simple</em>. Sebagai contoh, negara China. Lihatlah barang-barang yang ada di sekililing Anda, dan perhatikan tulisan ‘Made in China’ yang tertera pada barang-barang tersebut. Contoh lain, India. Saya perhatikan beberapa cuplikan video-video yang dipublikasikan secara online di Youtube mengenai situasi perkantoran di Googleplex, ataupun Facebook, sampai dengan cerita mengenai seorang jenius di lulusan MIT dan Harvard University di Amerika, yang masih berdarah India, yang mendirikan akademi Khan secara online dan gratis. Semua hal yang berbau informasi dan computer teknologi, hampir sebagian besar berhubungan dengan negara ini. Amerika Serikat? Saya tidak tertarik untuk membahasnya. Satu kalimat saja, konsumerisme taraf akut. </p>
<p align="justify">Kemudian, muncul pertanyaan di benak saya. Semenjak sekolah di SD, selalu tersirat istilah-istilah BKKBN dan KB. Masih ingat? BKKBN adalah singkatan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, dan KB tentu saja singkatan dari Keluarga Berencana. Lalu, pertanyaannya adalah, kemana istilah-istilah ini saat ini? </p>
<p align="justify">Hampir tidak pernah saya melihat adanya gerakan aktif mendukung program KB dari pemerintah saat ini. Semua terlalu fokus kepada hal-hal yang berbau politik, semenjak era reformasi bergulir di tahun 1998. Rasanya, tidak ramai dalam sehari jika harian surat kabar ataupun berita lokal di televisi tidak menyiarkan berita-berita seputar ‘kontroversi politik’ di ranah pergulatan kekuasaan negara ini. Memang, begitulah politik. Tapi, bukan berarti kita hanya terfokus pada satu hal saja dan melupakan hal yang lain, kan?</p>
<p align="justify">Ketika era orde baru, pemerintah cukup aktif dalam memprogagandakan Keluarga Berencana. Kini, rasanya tinggal sejarah dan masyarakat kembali kepada slogan lama, ‘banyak anak banyak rejeki’. Sayang sekali, slogan lama ini hanya bermodalkan ‘kepercayaan’ semata, tanpa diiringi dengan perencanaan yang matang dibalik hal tersebut. Pola pikir seperti ini sudah sepatutnya dirubah, karena di dunia saat ini, hanya mereka yang mau berjuang keras dan bersungguh-sungguh dalam hidup yang akan selamat dari gencatan ekonomi yang semakin hari semakin keras. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang idealis makin tipis, yang nasionalis makin rasis. Bukan begitu negara kapitalis jadi-jadian yang masih belajar untuk berdemokrasi secara dewasa?</p>
<p align="justify">Sayang rasanya ketika manusia-manusia di negara kita ini hanya dijadikan budak bagi kekuasaan segelintir orang yang ‘pintar’ melihat potensi ini. Pintar melihat potensi bagus, jika dan hanya jika bermanfaat untuk khalayak banyak. Siapa yang berbuat, mereka yang menuai hasil. Tapi perbuatan itu banyak macamnya, baik dan buruknya silakan Anda yang menentukan sendiri. Pun begitu, rakyat biasanya hanya mencicipi kue pahitnya saja. Rakyat. Ya, rakyat, yang bagi sebagian masyarakat Indonesia, istilah rakyat cenderung lebih diartikan sebagai kaum kecil yang tidak mampu. Padahal, mereka yang setiap siang bolong tertidur di gedung Senayan yang dingin dan ber-AC itupun, dengan bangganya menopang jabatan sebagai anggota dewan perwakilan RAKYAT. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tomynurwanto.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tomynurwanto.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tomynurwanto.wordpress.com&amp;blog=1998713&amp;post=142&amp;subd=tomynurwanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tomynurwanto.wordpress.com/2011/01/11/keluarga-berencanakemana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d82b9c02c423afd6eeca54cae61cc40c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
